 |
 |
|
 |
 |
|
| Topik /
Keagamaan |
|
| Ulil Albab | | By admin |
| Rabu, 31-Desember-2003, 09:06:22 WIB |
200 klik |
 |
 |
|
|
|
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab
|
|
|
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 190-191).
Ma'aasyiral Muslimiin Rahimakumullah
Ayat ini diterima Rasulullah Saw. menjelang subuh hari. Beliau menangis ketika menerima ayat ini, sehingga suara adzan Bilal tidak terdengar olehnya. Bilal pun datang menjenguk. Ia merasa heran. Lalu bertanya mengapa beliau menangis seperti itu di pagi buta. Rasulullah Saw. lalu membacakan ayat tersebut. Bilal bertanya kembali, Bukankah kita harus bersyukur dan gembira menerima ayat yang sangat indah ini? Mengapa Engkau malah menangis, ya Rasulullah? Rasul menatap wajah Bilal dan berkata. Justru karena indah dan demikian pentingnya ayat ini maka aku menangis. Aku takut akan ada umatku di kemudian hari yang membaca ayat ini, tapi tak memikirkan dan menghayati maknanya. Celakalah mereka yang membacanya tapi tidak mau memikirkan maknanya.
Dalam Al-Quran kata ulil albab diulang sebanyak 16 kali. Semuanya mengandung makna seseorang yang mau berpikir dan menggunakan segala kemampuannya menafakuri ayat-ayat Allah, baik yang tercipta (kauniyah) maupun ayat yang tertulis (qur'aniyah). Secara spesifik, Sayyid Quthb mendefinisikan ulil albab sebagai orang yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang benar.
Ma'aasyiral Muslimiin Rahimakumullah
Setidaknya ada tiga ciri yang melekat dalam jiwa ulul albab, yaitu:
1. Selalu mengingat Allah dalam segala situasi dan kondisi.
2. Memikirkan dan memperhatikan setiap fenomena alam. Aktivitas ini akan memberikan manfaat ganda, yaitu memahami tujuan hidup dan semakin menghayati kebesaran Allah, serta mendapatkan manfaat dari rahasia alam tersebut untuk kemaslahatan hidup.
3. Selalu berusaha dan berkreasi dalam bentuk nyata, dalam kaitan dengan hasil-hasil yang diperoleh dari pemikiran tersebut.
Dalam istilah kita, ulil albab identik dengan sebutan ulama atau ilmuwan. Kenyataan ini memberikan pelajaran bahwa ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari agama. Keduanya saling berkaitan. Ilmu tanpa agama akan buta, sedangkan agama tanpa ilmu akan lumpuh. Karenanya, ketinggian ilmu seseorang dapat dilihat dari tingkat ketundukan dan pengabdiannya pada Allah. |
|
|
|
 |
 |
| Daftar Milis |
| Untuk mendaftarkan diri menjadi anggota mailing list, kirimkan email kosong ke alamat subscribe-alumni-manyk1@yahoogroups.com |
|
 |
|
 |
 |